Naik ke Atas Pohon

Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku. —Yunus 2:2

Ibu saya menemukan anak kucing peliharaan saya, Velvet, di atas meja dapur sedang melahap roti buatannya. Dengan gusar, ibu mengusirnya keluar. Berjam-jam kemudian, kami harus mencari kucing yang hilang tersebut di halaman rumah kami dengan sia-sia. Ketika akhirnya terdengar sayup-sayup suara meong yang lirih, saya memandang ke salah satu ujung pohon dan melihat sesosok berwarna hitam bergelayut di salah satu dahan.

Dalam usahanya melarikan diri dari kegusaran ibu saya atas kelakuannya, Velvet justru memilih situasi yang lebih berbahaya. Mungkinkah kita juga terkadang melakukan hal serupa—melarikan diri dari kesalahan yang kita lakukan dan menempatkan diri kita sendiri dalam bahaya? Bahkan pada saat seperti itu Allah datang untuk menyelamatkan kita.

Nabi Yunus melarikan diri dalam ketidaktaatan kepada Allah yang memanggilnya untuk berkhotbah kepada orang Niniwe, dan akhirnya ditelan seekor ikan besar. “Berdoalah Yunus kepada Tuhan, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, katanya: ‘Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku’” (Yun. 2:1-2). Allah mendengarkan permohonan Yunus dan, “berfirmanlah [Dia] kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat” (ay.10). Kemudian Allah memberikan kesempatan kedua kepada Yunus (3:1).

Setelah usaha kami membujuk Velvet turun menemui kegagalan, kami pun menghubungi pemadam kebakaran setempat. Dengan menaiki tangga panjang yang dibentang hingga maksimal, seorang pria yang baik hati memanjat sampai mendekati ujung pohon, menarik kucing saya dari tempatnya, lalu membawanya turun hingga kembali aman dalam pelukan saya.

Betapa tinggi—dan dalamnya—kasih penebusan Allah yang membuat-Nya rela bertindak untuk menyelamatkan kita dari ketidaktaatan kita! —Elisa Morgan

Allah terkasih, betapa kami membutuhkan penyelamatan-Mu hari ini!

Kematian Yesus di kayu salib telah menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.