Tuhan Tahu

Tuhan Tahu

Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. —Matius 6:4

Denise bertemu seorang wanita muda yang sedang bersedih di gerejanya, hatinya tersentuh dan ia pun mencari tahu bagaimana ia dapat menolong wanita itu. Setiap minggu, Denise menyediakan waktu untuk mendengarkan dan mendoakan wanita itu. Denise menjadi mentor baginya. Akan tetapi, beberapa pemimpin gereja tidak mengetahui upaya Denise dan memutuskan untuk menugasi seorang pengurus gereja menjadi mentor bagi wanita itu. Mereka berkomentar bahwa tidak ada seorang pun yang melayani wanita itu.

Meskipun Denise tidak mengharapkan imbalan apa pun, ia mengaku merasa sedikit kecewa. “Seolah-olah saya tidak melakukan apa pun,” kata Denise kepada saya.

Namun suatu hari, wanita muda itu mengatakan kepada Denise betapa ia sangat berterima kasih atas penghiburan yang Denise berikan. Mendengar itu, Denise pun merasa dikuatkan. Seolah-olah Allah sedang berkata kepadanya, “Aku tahu kamu setia mendampinginya.” Setelah itu, Denise masih rutin bertemu dengan wanita muda itu.

Kadang-kadang, kita merasa tidak dihargai ketika upaya kita tidak diakui oleh orang lain. Namun, Alkitab mengingatkan kita bahwa Allah tahu apa yang sedang kita kerjakan. Dia melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lain. Allah pun senang ketika kita melayani sesama demi Dia dan bukan demi pujian dari orang lain.

Mungkin itulah alasan Yesus memberi kita teladan dengan memerintahkan kita untuk memberi “dengan tersembunyi”, sehingga “Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Mat. 6:4). Kita tidak perlu mencari pengakuan dan pujian dari orang lain; kita dapat meyakini bahwa Allah tahu apa yang kita perbuat ketika kita setia melayani Dia dan sesama. —Leslie Koh

Tuhan, ampunilah aku pada saat-saat aku mendambakan pengakuan dan pujian dari orang lain. Tolonglah aku untuk melayani hanya demi kemuliaan-Mu.

Allah melihat segala sesuatu yang kita perbuat bagi-Nya.

Sumber : http://www.warungsatekamu.org/2017/11/tuhan-tahu/

Batal Kirim

Batal Kirim

Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat harihari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapanucapan yang menipu. —1 Petrus 3:10

Pernahkah kamu mengirim e-mail dan tiba-tiba menyadari bahwa e-mail tersebut terkirim ke orang yang salah atau di dalamnya berisi kata-kata yang kasar dan menyakitkan? Andai saja kamu dapat menekan sebuah tombol dan menghentikan pengirimannya. Nah, sekarang kamu dapat melakukannya. Beberapa perusahaan menawarkan fitur yang memberikan sejumlah waktu singkat bagimu untuk membatalkan e-mail yang sempat kamu kirimkan. Jika dalam waktu itu kamu tidak menekan fitur tersebut, e-mail yang kamu kirimkan akan menjadi seperti ucapan yang sudah keluar dan tidak dapat ditarik kembali. Fitur “batal kirim” itu seharusnya mengingatkan kita akan pentingnya menjaga ucapan kita dan bukan digunakan sebagai jalan keluar dari semua masalah.

Dalam surat pertamanya, Rasul Petrus mengatakan kepada para pengikut Tuhan Yesus, “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati. . . . Sebab: ‘Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya’” (1Ptr. 3:9-11).

Daud sang pemazmur menuliskan, “Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku” (Mzm. 141:3). Doa itu sangat baik kita ucapkan di awal hari dan setiap kali kita berniat menyerang balik orang lain dengan perkataan kita.

Tuhan, awasilah perkataan kami hari ini agar kami tidak menyakiti orang lain lewat apa yang kami ucapkan. —David McCasland

Bapa, ajarlah kami terlebih dulu menjaga hati kami agar kami dapat menjaga lidah kami. Tolonglah apabila kami mengatakan hal-hal yang kami sesali, kami mau meminta maaf dengan rendah hati dan memohon pengampunan.

Hidup dan mati dikuasai lidah. —Amsal 18:21

Sumber : http://www.warungsatekamu.org/2016/11/batal-kirim/

Penawaran Terbaik

Penawaran Terbaik

Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya? —Pengkhotbah 5:10

Seberapakah yang dianggap cukup itu? Pertanyaan sederhana itu kita ajukan pada hari yang ditetapkan oleh banyak negara maju sebagai hari terbaik untuk berbelanja. Di Amerika Serikat, sehari setelah perayaan Thanksgiving (Pengucapan Syukur), hari itu dikenal sebagai Black Friday, hari di mana banyak toko buka lebih awal dan menawarkan diskon besar-besaran. Tradisi itu bermula di Amerika Serikat dan telah menyebar ke negara-negara lain. Memang ada pembeli yang memiliki dana terbatas dan mereka berusaha membeli barang-barang dengan harga yang terjangkau bagi mereka. Namun sayangnya, ada sebagian pembeli yang didorong oleh keserakahan, dan kekerasan kadang terjadi selagi mereka saling berebut.

Hikmat dari seorang penulis di Perjanjian Lama yang dikenal sebagai “Pengkhotbah” (Pkh. 1:1) memberikan sebuah penangkal untuk gejala konsumerisme yang mungkin kita temui di toko-toko—dan juga yang ada di dalam hati kita. Ia menunjukkan bahwa siapa pun yang mencintai uang tidak akan pernah merasa cukup dan akan dikendalikan oleh harta mereka. Lebih dari itu, mereka akan mati tanpa membawa apa-apa: “Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi” (5:14). Rasul Paulus menggemakan ucapan Pengkhotbah ketika mengatakan bahwa akar segala kejahatan adalah cinta uang, dan kita harus berjuang untuk hidup saleh “disertai rasa cukup” (1Tim. 6:6-10).

Baik kita berkecukupan atau tidak, kita semua bisa menempuh cara-cara yang tidak sehat untuk mengisi kekosongan hati yang sebenarnya hanya bisa dipuaskan oleh Allah. Namun ketika kita memohon kepada Tuhan untuk memberi kita kedamaian dan kepuasan, Dia akan mengisi hati kita dengan kebaikan dan kasih-Nya. —Amy Boucher Pye

Engkau telah menjadikan kami untuk diri-Mu sendiri, dan hati kami gelisah sampai menemukan kediamannya di dalam-Mu. —Agustinus, Pengakuan-Pengakuan

Kepuasan sejati tidak bergantung pada apa pun yang ada di dunia ini.

Sumber : http://www.warungsatekamu.org/2016/11/penawaran-terbaik/

× WhatsApp Kami