2 Samuel 22:1-30

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya. (2 Samuel 22:7)

Pernahkah kita merenungkan perjalanan hidup kita? Kalau mau jujur, kita akan menyadari bahwa di dalam kesulitan hidup dan ancaman bahaya apa pun, ternyata Tuhan menolong kita keluar dari kesulitan atau pun melindungi dari bahaya yang mengancam. Tentu saja! Kalau tidak, kita tidak mungkin bertahan hidup sampai sekarang. Demikian juga Daud. Pengenalannya akan Allah yang diteguhkan oleh pengalamannya berjalan bersama Allah, dituangkan di dalam nyanyian. Nyanyian Daud dalam perikop ini adalah nyanyian tentang dilepaskannya Daud dari musuhnya. Daud mencoba menghitung berkat perlindungan Tuhan kepadanya. Pengalaman Daud ditolong oleh Tuhan diungkapkan pada ayat 7, “... dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, ... Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, ....” Pertolongan Allah kemudian dipaparkan sebagai tindakan aktif, melalui peristiwa alam, menyelamatkan hamba-Nya. Allah mengendalikan alam ini untuk melindungi hamba-Nya dari para musuh. Ia sadar pertolongan Allah kepada dirinya, semata anugerah. Maka, ia pun merespons anugerah itu dengan menjaga hidup berkenan kepada-Nya. Fungsi mazmur ini bagi Daud ialah berterima kasih kepada Tuhan sehingga beroleh hati bijaksana. Juga agar beroleh kekuatan dalam menapaki kehidupan. Selain itu, bersaksi supaya orang yang mendengarkan atau melantunkan mazmur ini dapat memperoleh kekuatan hidup. Sudahkah kita menghitung berkat pertolongan Tuhan? Hitunglah, dan saksikanlah, maka kita akan memperoleh kekuatan hidup bagi diri sendiri dan juga memberikan kekuatan hidup bagi orang lain!

 

BERSYUKUR TIDAK HANYA DENGAN BERUCAP, TETAPI LEBIH BERARTI DENGAN PERBUATAN

  Sumber : http://renunganharian.net/2017/92-juni/2195-pertolongan-tuhan.html