Lukas 8:40-48
Lalu kata Yesus, “Siapa yang menyentuh Aku?” Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus, “Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau.” (Lukas 8:45)
Dalam kerumunan di tempat umum, terkadang saya merasa ada seseorang yang memanggil nama saya. Namun, ketika saya menoleh, ternyata tak ada. Saya pun pernah salah sangka, merasa mengenal seseorang, tetapi rupanya hanya mirip. Jadi supaya saya benar-benar yakin ada orang yang memanggil nama saya, dia tak cukup hanya memanggil, tetapi perlu mendekat, bila perlu menyentuh bahu saya. Yesus pernah punya pengalaman berkaitan dengan kerumunan. Dalam kondisi seperti itu, wajar rasanya apabila ada banyak orang menyentuh atau menyenggol badan Yesus. Namun, hari itu ada sentuhan yang tak biasa. Apalagi Yesus merasa bahwa ada kuasa telah keluar dari dalam diri-Nya (ay. 46). Itu sebabnya Yesus bertanya, “Siapa yang menjamah Aku?” Tak perlu waktu lama untuk mengetahui pelakunya: wanita yang telah 12 tahun menderita karena pendarahan. Wanita itu menyentuh Yesus dengan “berbeda” karena di dalam sentuhannya ada iman, pengharapan, dan keyakinan bahwa Pribadi yang disentuhnya sanggup menyembuhkannya. Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak orang “menjamah” Yesus lewat doa-doa yang mereka naikkan. Apakah semua didengar dan dikabulkan? Belum tentu, karena Yesus sendiri berdaulat untuk menentukan doa mana saja yang akan dikabulkan, ditunda, atau ditolak menurut pengertian dan kedaulatan-Nya. Belajar dari perempuan yang terkena pendarahan ini, kita punya kesempatan untuk membuat Yesus “menoleh”, lalu mendengarkan dan menjawab doa kita, yakni ketika ada iman, pengharapan, dan keyakinan kepada-Nya.

TUHAN SELALU TERTARIK DENGAN MANUSIA YANG MENDEKATI-NYA DENGAN IMAN, PENGHARAPAN, DAN KEYAKINAN

  Sumber : http://www.renunganharian.net/89-2017/maret/2081-membuat-yesus-menoleh.html
SHARE
Previous articleTerus Berlari
Next articleNOMOPHOBIA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here