Daniel 1: 8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 104; Lukas 16; Yosua 19-20 Saat berada di ketinggian udara menaiki pesawat terbang, Anda bisa menilik sejenak dari balik jendela bahwa di bawah sana akan terlihat alur sungai yang berkelok-kelok. Semua sungai, kecuali sungai buatan manusia, memiliki satu kesamaan yaitu semuanya berkelok- kelok. Penyebabnya sederhana saja. Sungai-sungai itu mengikuti alur yang paling sedikit hambatannya dan lebih mudah untuk menghindari apa saja yang menghalangi lajunya air. Sebagian orang juga melakukan hal yang sama. Karena gagal melawan iblis, mereka menyerah pada godaan dan menyimpang dari jalan yang direncanakan Allah bagi mereka. Tidak seperti Daniel yang “berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya” (baca Daniel 1:8), mereka malah tunduk pada tekanan-tekanan dunia dan berkompromi terhadap apa yang mereka anggap benar. Dalam tulisannya kepada para pengikut Kristus, Yohanes mengatakan bahwa kita dapat memenangkan pergumulan kita melawan kejahatan, sebab “Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yohanes 4:4). Bukannya ditaklukkan, tetapi kita bisa menjadi penakluk. Tak satu pun yang dapat menghalangi kita untuk melalui jalur yang sudah ditetapkan Allah bagi kita. Kita tidak boleh menyerah pada godaan atau musuh apa pun. Roh Kudus yang tinggal di hati kita akan menguatkan kita sehingga kita dapat tetap berdiri teguh. Jalan kita tidak akan “bengkok” jika kita memutuskan untuk tidak mengikuti begitu saja alur yang paling sedikit hambatannya -Richard De Haan Saat kita tetap terpaut kepada Yesus, iblis tidak akan bisa menjerat kita, karena kita berada dalam lindungan Tuhan yang besar - See more at: https://www.gkpscijantung.org/menolak-jalan-yang-mudah.html#sthash.YEbQsuqd.dpuf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here