Hadiah Terbaik

Baca: Roma 11:33-12:2

[Persembahkan] tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. —Roma 12:1

Minggu-minggu setelah Natal merupakan waktu-waktu paling sibuk di Amerika Serikat bagi bagian pengembalian barang. Itulah saatnya orang menukarkan hadiah yang tidak mereka inginkan dengan barang yang benar-benar mereka inginkan. Namun kamu mungkin mengenal beberapa orang yang tampaknya selalu memberikan hadiah yang terbaik. Bagaimana caranya mereka tahu persis apa yang tepat dan memang diinginkan orang lain? Kuncinya tidak terletak pada nilai uang yang dikeluarkan, tetapi pada sikap yang mau mendengarkan orang lain dan memperhatikan sungguh-sungguh apa yang mereka sukai dan hargai.

Prinsip itu berlaku untuk keluarga dan teman, tetapi bagaimana dengan Allah? Adakah sesuatu yang berarti atau berharga yang dapat kita berikan kepada Allah? Adakah yang tidak Dia miliki?

Nyanyian pujian kepada Allah tentang keagungan hikmat, pengetahuan, dan kemuliaan-Nya dalam Roma 11:33-36 dilanjutkan dengan panggilan untuk menyerahkan diri kita kepada-Nya. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (12:1). Alih-alih dibentuk menjadi serupa dengan dunia ini, kita harus berubah “oleh pembaharuan budi [kita]” (ay.2).

Hadiah terbaik apakah yang dapat kita berikan kepada Allah hari ini? Dengan rasa syukur, kerendahan hati, dan kasih, kita dapat mempersembahkan diri kita kepada Allah—segenap hati, pikiran, dan kehendak kita. Itulah yang Tuhan rindu terima dari setiap orang. —David McCasland

Tuhanku, aku ini milikmu. Aku ingin mempersembahkan diriku kepada-Mu— hati, pikiran, dan kehendakku—untuk melayani-Mu dengan rela dan bersyukur atas semua yang telah Engkau lakukan bagiku.

Hadiah terbaik yang dapat kita berikan kepada Allah adalah diri kita sendiri.