Tepat Waktu

Tepat Waktu

Baca: Lukas 2:25-38

Setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya. —Galatia 4:4

Kadang saya bercanda bahwa saya akan menulis buku dengan judul Tepat Waktu. Mereka yang mengenal saya pasti tersenyum karena mereka tahu saya punya kebiasaan suka terlambat. Saya beralasan bahwa keterlambatan saya itu disebabkan karena saya terlalu optimis, bukannya karena kurang berusaha. Maksud saya, dengan penuh optimisme saya bersikeras mempercayai bahwa “kali ini” saya akan mampu memenuhi tanggung jawab saya dalam waktu yang lebih singkat dari sebelumnya. Namun kenyataannya, saya tidak mampu, dan saya tidak bisa memenuhinya. Pada akhirnya saya lagi-lagi harus meminta maaf atas kegagalan saya untuk datang tepat waktu.

Sebaliknya, Allah selalu tepat waktu. Kita mungkin berpikir bahwa Allah terlambat, tetapi Dia tidak pernah terlambat. Di sepanjang Kitab Suci, kita membaca tentang orang-orang yang tidak sabar dalam menantikan waktu Allah. Bangsa Israel sangat lama menantikan Mesias yang telah dijanjikan bagi mereka. Walaupun banyak yang menyerah, Simeon dan Hana tidak menyerah. Setiap hari mereka berdoa dan menanti di Bait Allah (Luk. 2:25-26,37). Iman mereka pun menerima imbalannya. Mereka berkesempatan melihat bayi Yesus ketika Dia dibawa Maria dan Yusuf untuk diserahkan kepada Tuhan (ay.27-32,38).

Ketika kita berkecil hati karena Allah tidak menjawab doa pada waktu yang kita harapkan, Natal mengingatkan kita bahwa “setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, . . . supaya kita diterima menjadi anak” (Gal. 4:4-5). Waktu Allah selalu tepat dan penantian kamu takkan sia-sia. —Julie Ackerman Link

Bapa Surgawi, aku mengakui bahwa aku menjadi tidak sabar dan patah semangat karena menghendaki doa-doaku dijawab sesuai dengan jadwal dan waktuku. Mampukan aku menantikan dengan sabar waktu-Mu dalam segala hal yang kuharapkan.

Allah tidak pernah terlambat—nantikanlah Dia dengan sabar.

Natal Umum

Natal Umum

Dokumentasi Foto : Coming soon

Hari yang dinantikan tlah tiba, yaitu hari lahir sang juruslamat manusia.. Tuhan Yesus Kristus..

Ibadah Natal berlangsung dengan hangat dan penuh sukacita..

Dengan firman Tuhan yang berisikan bahwa Natal adalah waktunya Tuhan datang untuk memulihkan keadaan. Bagaikan anugerah Tuhan yang memancar untuk seluruh jemaat, karena Tuhan telah datang dengan tujuan memulihkan semua hubungan yang tidak baik bahkan hingga terputus, Tuhan datang dengan dengan kasihNya, untuk menyatukan kembali keadaan menjadi baik dan lebih baik. Dalam kotbah juga kembali diingatkan agar kita anak - anakNya tidak boleh terlarut dalam putus asa, karna harapan itu tlah datang..

Setelah ibadah selesai dilanjutkan dengan bersalam-salaman tanpa putus dengan seluruh jemaat, lalu dilanjutkan dengan makan siang bersama..

Semoga Pesan Natal dari Firman Tuhan yang disampaikan bisa menjadi berkat untuk kita yang mendengarnya..

Selamat Natal 2017..

Kesukaan bagi Semua

Kesukaan bagi Semua

Baca: Lukas 2:8-14

Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. —Lukas 2:10

Di hari terahir dari sebuah konferensi penerbit Kristen di Singapura, 280 peserta dari 50 negara berkumpul di halaman hotel untuk berfoto bersama. Dari balkon di lantai 2, setelah mengambil banyak foto dari sudut yang berbeda-beda, sang fotografer akhirnya berkata, “Sudah selesai!” Lalu salah seorang peserta berseru, “Joy to the world!” (“Hai dunia, gembiralah!”). Perkataan itu langsung diikuti oleh seseorang dengan nyanyian, “The Lord is come” (“Tuhan sudah datang”). Peserta-peserta lainnya mulai ikut menyanyi, dan tidak lama kemudian seluruh peserta menyanyikan pujian Natal yang tidak asing itu dalam suatu paduan suara yang indah. Saya tidak akan pernah melupakan peragaan kesatuan dan sukacita yang mengharukan itu.

Dalam catatan Lukas tentang kisah Natal, seorang malaikat memberitakan kelahiran Yesus Kristus kepada sekelompok gembala dengan berkata, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk. 2:10-11).

Kesukaan itu bukan hanya untuk segelintir orang, melainkan untuk seluruh umat manusia. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal” (Yoh. 3:16).

Dengan membagikan kabar tentang Yesus kepada sesama—kabar yang mengubahkan hidup manusia, kita turut ambil bagian dalam paduan suara sedunia yang mengumandangkan “keadilan, dan kebenaran, dan ajaib kasih-Nya.”

“Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu!” —David McCasland

Bapa, berilah kami mata untuk melihat orang-orang dari segala bangsa menerima sukacita dan anugerah-Mu.

Kabar baik tentang kelahiran Yesus adalah sumber sukacita bagi seluruh dunia.

Natal Gabungan GKPS Jemaat Khusus Cijantung

Natal Gabungan GKPS Jemaat Khusus Cijantung

Dokumentasi Foto : Coming soon

Natal Gabungan Seksi Bapa, Inang & Pemuda GKPS Cijantung 2017

Kedamaian malam Natal sangat terasa di GKPS Cijantung, di hadiri oleh lebih dari 300 jemaat.. Ibadah pun berlangsung dengan hikmat, menampilkan antusias jemaat yang ikut ambil bagian dalam menjadi liturgi.. Berbagai pujian juga di lantunkan dengan indahnya untuk menyambut sang juru selamat yang akan lahir, persembahan pujian berupa vocal grup dan koor.. Tidak hanya itu saja, seksi pemuda juga menampilkan sebuah film rohani dengan judul "Natal Itu Damai", dengan para pemain yang semuanya adalah pemuda disambut positif oleh para jemaat ketika film ditayangkan..

Ditutup dengan kotbah dari Pdt. Daniel Saragih, yang semakin mengingatkan kita akan makna Natal yang begitu syahdu..

Natal Dalam Penjara

Natal Dalam Penjara

Baca: Yesaya 8:23-9:6

Mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. —Yesaya 9:1

Martin Niemoller, seorang pendeta terkemuka asal Jerman, melewatkan hampir delapan tahun masa hidupnya di kamp-kamp konsentrasi Nazi karena ia menentang Hitler secara terang-terangan. Pada malam Natal tahun 1944, kepada sesama penghuni penjara di Dachau, Niemoller mengucapkan kata-kata yang penuh pengharapan berikut ini: “Teman-teman terkasih, pada Natal kali ini . . . marilah kita mencari, dalam diri Sang Bayi Bethlehem, Dia yang telah datang kepada kita demi menanggung bersama kita segala sesuatu yang sangat membebani kita . . . Allah sendiri telah menjembatani diri-Nya dengan kita! Surya pagi dari tempat yang tinggi telah melawat kita!”

Pada hari Natal, kita menerima kabar sukacita bahwa Allah, di dalam Kristus, telah datang kepada kita di mana pun kita berada dan telah menjembatani kesenjangan yang ada di antara kita dengan Dia. Dengan terang-Nya, Dia telah menembus kegelapan yang membelenggu kita dan mengenyahkan segala duka, kesalahan, atau kesepian yang selama ini membebani kita.

Pada malam Natal yang suram di dalam penjara itu, Niemoller memberitakan kabar sukacita: “Dari kegemilangan yang mengelilingi para gembala, secercah sinar yang terang akan menembus kegelapan kita.” Kata-kata Niemoller mengingatkan kita pada nubuat Nabi Yesaya, “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar” (Yes. 9:1).

Apa pun yang kita alami hari ini, Yesus Kristus telah menembus dunia kita yang kelam dengan sukacita dan terang-Nya! &mdash David McCasland

Tuhan Yesus, kami menemukan pengharapan dan kekuatan dengan menyadari bahwa terang-Mu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Yesus Kristuslah sukacita Natal.