Menghadiahkan Penghiburan

Menghadiahkan Penghiburan

Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, . . . menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. —Kisah Para Rasul 4:36-37

Sebuah lagu lama di Amerika pernah mengisahkan tentang seorang laki-laki yang diberhentikan dari pekerjaannya di pabrik, sehingga ia tidak lagi mempunyai uang untuk membelikan hadiah Natal bagi putri kecilnya. Masa Natal yang seharusnya membawa kebahagiaan justru membuat hidupnya tampak suram dan sulit.

Bisa saja menjelang Natal perasaan putus asa seseorang semakin menjadi-jadi. Harapan yang kandas membawa kesedihan mendalam. Di saat itulah penghiburan sangat dibutuhkan.

Yusuf dari Siprus adalah salah seorang pengikut Yesus yang mula-mula. Para rasul menyebutnya Barnabas, yang artinya “anak penghiburan”. Ia menjual ladang miliknya dan menyumbangkan uang hasil penjualannya untuk membantu saudara seiman lain yang sedang berkekurangan (Kis. 4:36-37).

Kemudian kita membaca bahwa para murid takut kepada Saulus (Kis. 9:26). “Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul” (ay.27). Saulus, yang kemudian bernama Paulus, pernah mencoba untuk membunuh orang percaya, tetapi ia diterima dan dibela Barnabas sebagai seseorang yang telah diubahkan oleh Kristus.

Di sekitar kita ada banyak orang yang membutuhkan penghiburan. Dorongan dan perhatian yang kita berikan lewat ucapan, panggilan telepon, atau doa akan dapat menguatkan iman mereka kepada Tuhan.

Kemurahan hati dan dukungan dari Barnabas menunjukkan artinya menjadi seseorang yang membawa penghiburan. Penghiburan dapat menjadi hadiah kita yang terbaik bagi seseorang pada Natal kali ini. —David McCasland

Tuhan, terima kasih untuk karunia penghiburan dari-Mu. Kiranya kami dapat menghibur sesama sebagaimana mereka telah menghibur kami.

Penghiburan bisa menjadi hadiah kita yang terbaik pada Natal kali ini.

Sumber : http://www.warungsatekamu.org/2016/12/menghadiahkan-penghiburan/