Minggu Pelajar GKPS

Minggu Pelajar GKPS

Pada hari Minggu, tanggal 8 Mei 2016, terdapat sebuah persembahan yang berbeda dari biasanya pada saat ibadah berlangsung. Ibadah ini dimeriahkan dengan persembahan pujian Vocal Group dari Anak-Anak Sekolah Minggu (ASM) GKPS Jemaat Khusus Cijantung dalam rangka merayakan Hari Pendidikan Nasional. Sebagian besar ASM mengenakan seragam sekolahnya masing-masing beserta aksesoris-aksesorisnya sehingga suasana ceria memenuhi ruang ibadah.  Tata ibadah yang dipakai juga khusus untuk memperingati hari lahirnya pejuang pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara. Melalui ibadah ini, setiap pelajar diharapkan agar senantiasa berkarya bagi kemuliaan nama Tuhan. Selain itu, ibadah juga membukakan tentang peran penting orang tua bagi kemajuan pendidikan anak-anaknya, baik di bidang akademis, maupun non-akademis.  Tuhan memberkati. whatsapp-image-20160507-1-1024x576
Doa Bersama Menjelang UN SLTP dan SD

Doa Bersama Menjelang UN SLTP dan SD

Shalom.. Mohon didoakan anak-anak GKPS Cijantung yang akan menempuh Ujian Nasional: A) Kelas 6 Sekolah Dasar 1. VALEN Garingging 2. GIANTA br Damanik 3. HIZKIA Saragih 4. ANGEL br Sinaga B) Kelas 3 SMP 1. ELISYA CAETY br Haloho 2. CHRISTIN ALFA AULIYA br Nainggolan 3. TIOFANI ERLINA br Saragih Garingging 4. DIAN CLARISA br Damanik 5. RAMA SANGAPTA Tondang 6. INDRI YANI br Nainggolan 7. ELSA GRACIA br Damanik 8. ZEFANI br Saragih 9. THERESA br Girsang Kiranya Tuhan memberikan kelancaran dan sukses dalam menjalani Ujian Nasional sehingga mereka mendapatkan hasil/nilai yg baik sehingga layak lulus. Amin.   db1  
Allah Bangkit Agar Umat Berbahagia

Allah Bangkit Agar Umat Berbahagia

Mazmur 68:1-19

Allah bangkit, berperang di depan umat-Nya, dan menyatakan kuasa-Nya. Seketika itu juga orang-orang yang membenci-Nya berserakan dan melarikan diri, termasuk raja-raja segala tentara (2, 8, 13). Mereka tidak berdaya bagaikan asap yang hilang tertiup atau seperti lilin meleleh di depan api. Mereka tidak sanggup bertahan di hadapan-Nya. (3) Bukan hanya musuh-musuh-Nya, bahkan alam semesta bergoyang, bergoncang, dan mencurahkan hujan. Kedahsyatan TUHAN terlihat melalui keindahan ciptaan, gunung Zalmon, Gunung Basan, dan ribuan kereta-Nya (9-10, 14-19).

Dari kediaman-Nya yang kudus, Allah memerhatikan dan melindungi Israel, bagaikan seorang bapa terhadap anak yatim, melindungi para janda, memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, tempat menetap bagi hewan serta memenuhi kebutuhan orang-orang yang tertindas. Allah juga membebaskan orang-orang yang berada dalam tahanan. Tujuannya, agar mereka berbahagia (6-7, 11). Orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria, dan bergembira di hadapan Allah. Mereka bernyanyi, bermazmur, serta mempersiapkan jalan bagi-Nya. Sukacita ini jelas ditujukan kepada TUHAN [YHWH] yang memiliki relasi erat dengan kaum Israel (4-5). Umat dapat memahami semua ini melalui orang-orang pilihan-Nya yang membawa kabar baik (12).

Teks ini dapat menjadi doa dan ucapan syukur mengingat pertolongan TUHAN sejak Israel keluar dari Mesir hingga memasuki tanah Kanaan, kepemimpinan hakim-hakim, pencukupan kebutuhan sehari-hari hingga ibadah. Kebangkitan TUHAN dapat menunjuk pada peristiwa pembebasan dari Mesir atau kepada kebangkitan Yesus yang telah membawa banyak peristiwa dahsyat, bukan sekadar fenomenal di alam; tetapi pada pribadi-pribadi umat-Nya.

Allah bukan hanya sanggup menyelamatkan umat-Nya dari musuh, tetapi juga menyediakan segala kebutuhan dan menghibur serta melindungi. Bersyukur memiliki Allah yang begitu dahsyat.

Sumber : Renungan Harian Alkitab

Memperingati Hari Bumi Dunia

Memperingati Hari Bumi Dunia

Dunia memperingati Hari Bumi setiap tahunnya pada tgl. 22 April. Peringatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia agar lebih peduli terhadap planet bumi yang ditinggalinya ini. Untuk memperingatinya, Jemaat GKPS Cijantung memperingati dengan cara mempersembahkan satu pujian dari perwakilan tiap seksi, yakni : Sekolah Minggu, Pemuda, Inang. Dengan memperingati Hari Bumi ini semoga warga Jemaat GKPS Cijantung makin peduli dengan bumi ini. Amin IMG_20160417_084952      IMG_20160417_085547  IMG_20160417_090233
Bahan Bakar Pujian

Bahan Bakar Pujian

Mazmur 66 Ketika bertemu dengan ibadah di gereja yang tampak suam-suam kuku dan tidak bersemangat, hikmat hari ini biasanya menyatakan bahwa masalahnya ada pada lagu-lagunya, pemimpinnya ataupun alat musiknya. Tampaknya kita lupa dan mengabaikan hal yang lebih penting dari itu, yaitu masalah kehabisan “bahan bakar” untuk ibadah kita. Bahan bakar seperti apakah itu? Kita melihat dalam Mazmur 66 bahwa pemazmur dikuasai perasaan takjub dan sukacita yang akhirnya menghasilkan ajakan untuk memuji Tuhan (1, 8). Jadi, perasaan takjub dan sukacita itulah yang menjadi “bahan bakar” untuk luapan puji-pujian dan ajakan untuk memuji Allah. Dari mana “bahan bakar” tersebut diperoleh? Jawabannya terletak pada perenungan yang dilakukan oleh pemazmur atas pengalaman bersama maupun pribadi atas karya Allah. Perasaan takjub dan sukacita itu timbul saat pemazmur mengingat karya-karya Allah yang telah dialami umat-Nya di masa lalu (5-6). Perasaan sukacita juga timbul tatkala pemazmur merenungkan tentang sosok Allah sebagai Hakim yang berdaulat (6b-7) dan yang berperan sebagai pembebas dan penyelamat umat-Nya (8-12). Di bagian berikutnya kita melihat bahwa rasa takjub dan sukacita itu juga bersumber dari pengalaman pribadi pemazmur (13-20). Pemazmur mengalami perlakuan Allah yang menakjubkan dan menimbulkan sukacita, yaitu dalam bentuk doa yang didengar (19). Perasaan takjub dan sukacita adalah “bahan bakar” untuk pujian yang otentik. Untuk memperoleh bahan bakar tersebut, kita perlu memerasnya lewat perenungan akan karya dan pribadi Allah. Hari ini kalau ada masalah pada ibadah yang suam-suam kuku, mungkinkah masalahnya terletak pada kondisi kita yang minus refleksi akan karya Allah dan bukannya pada musik ataupun pada jenis lagu yang digunakan? Renungkan: Mari kita belajar sungguh-sungguh merenungkan segala karya Allah yang telah kita alami dan meresponinya dengan pujian yang sungguh pula - See more at: http://www.gkpscijantung.org/bahan-bakar-pujian.html#sthash.sf5bWhRs.dpuf
Rahasia Hidup Berkemenangan Setiap Hari

Rahasia Hidup Berkemenangan Setiap Hari

Roma 6:8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 106 ; Lukas 18; Yosua 23-24 Saya pernah mendengar cerita tentang seorang misionaris yang meninggalkan Liverpool, Inggris untuk pergi ke Afrika. Ketika ia tiba, ada wabah penyakit di daerah di mana ia melayani. Ribuan orang telah meninggal, dan ia mengabdikan waktunya untuk membantu orang-orang sakit itu dan memberitakan Kristus kepada orang-orang sekarat itu. Suatu hari, seorang pedagang budak datang kepadanya dan berkata, “Pak, jika Anda tinggal di sini, Anda akan mati.” Namun  misionaris  itu hanya menganggukkan kepala dan berkata, “Teman, saya sudah mati sebelum saya meninggalkan Liverpool. Itu sebabnya aku di sini. ” Di dalam Kristus, kita sudah mati bagi dosa dan hidup bagi Allah. Saat kita percaya kepada-Nya, manusia lama kita telah mati dan kita mengalami hidup baru. Ini pertukaran menakjubkan. Namun banyak orang Kristen seolah-olah masih  manusia lama mereka tidak pernah mati. Sangat tragis bukan! Alih-alih hidup dalam dosa dan rasa malu, ingatlah kepada kebebasan dan pengampunan yang diberikan kepada Anda saat Anda percaya kepada Kristus. Berhenti melihat ke belakang dan sadarilah  berkat kehidupan baru yang Anda miliki saat ini. Jangan berharap untuk kalah. Berharaplah untuk hidup berkemenangan di dalam Kristus! Hiduplah dalam kemenangan dengan mengingat bahwa diri kita telah mati bagi dosa dan hidup bagi Kristus setiap hari! - See more at: http://www.gkpscijantung.org/rahasia-hidup-berkemenangan-setiap-hari.html#sthash.yN9C5jyV.dpuf
Menolak Jalan yang Mudah

Menolak Jalan yang Mudah

Daniel 1: 8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 104; Lukas 16; Yosua 19-20 Saat berada di ketinggian udara menaiki pesawat terbang, Anda bisa menilik sejenak dari balik jendela bahwa di bawah sana akan terlihat alur sungai yang berkelok-kelok. Semua sungai, kecuali sungai buatan manusia, memiliki satu kesamaan yaitu semuanya berkelok- kelok. Penyebabnya sederhana saja. Sungai-sungai itu mengikuti alur yang paling sedikit hambatannya dan lebih mudah untuk menghindari apa saja yang menghalangi lajunya air. Sebagian orang juga melakukan hal yang sama. Karena gagal melawan iblis, mereka menyerah pada godaan dan menyimpang dari jalan yang direncanakan Allah bagi mereka. Tidak seperti Daniel yang “berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya” (baca Daniel 1:8), mereka malah tunduk pada tekanan-tekanan dunia dan berkompromi terhadap apa yang mereka anggap benar. Dalam tulisannya kepada para pengikut Kristus, Yohanes mengatakan bahwa kita dapat memenangkan pergumulan kita melawan kejahatan, sebab “Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yohanes 4:4). Bukannya ditaklukkan, tetapi kita bisa menjadi penakluk. Tak satu pun yang dapat menghalangi kita untuk melalui jalur yang sudah ditetapkan Allah bagi kita. Kita tidak boleh menyerah pada godaan atau musuh apa pun. Roh Kudus yang tinggal di hati kita akan menguatkan kita sehingga kita dapat tetap berdiri teguh. Jalan kita tidak akan “bengkok” jika kita memutuskan untuk tidak mengikuti begitu saja alur yang paling sedikit hambatannya -Richard De Haan Saat kita tetap terpaut kepada Yesus, iblis tidak akan bisa menjerat kita, karena kita berada dalam lindungan Tuhan yang besar - See more at: http://www.gkpscijantung.org/menolak-jalan-yang-mudah.html#sthash.YEbQsuqd.dpuf