EVENT - EVENT

GKPS JEMAAT KHUSUS CIJANTUNG
AKSI SOSIAL SEKOLAH PONDOK DOMBA

AKSI SOSIAL SEKOLAH PONDOK DOMBA

Pada hari sabtu, 28 April 2018 pemuda GKPS Jemaat Khusus Cijantung mengunjungi suatu sekolah pondok domba yang terletak di Kalijodo, Jakarta Barat

HAPPY WEDDING DIRGA DAMANIK & MARINA SARAGIH

HAPPY WEDDING DIRGA DAMANIK & MARINA SARAGIH

Suatu moment yang sangat ditunggu bagi dua insan yang bersatu di bangku pelaminan

Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan PARAPATTAN

Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan PARAPATTAN

Pada 1 April 2018, Sekolah Minggu GKPS Jemaat Khusus Cijantung merayakan Paskah dengan "Kujungan Kasih ke Panti Asuhan Parapattan"

AITAKATTA

AITAKATTA

Suatu berkat yang luar biasa dari Tuhan Yesus untuk Pemuda GKPS Cijantung, karena cinta kasihnya turut menyertai kita sekalian untuk dapat berpartisipasi mengikuti kegiatan ibadah bertema pemuda yang di awali pada tahun 2018.

MARTUMPOL DIRGAHAYU ERRI DAMANIK & MARINA SARAGIH

MARTUMPOL DIRGAHAYU ERRI DAMANIK & MARINA SARAGIH

Suatu kebahagiaan bagi 2 pemuda yang akan bersatu di bangku pelaminan, yaa tepatnya hari Sabtu, 17 Maret 2018

Berita Terkini

  • Gelisah Tak Bisa Tidur

    Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, yang membiarkan aku diam dengan aman. —Mazmur 4:9

    Apa yang membuat kamu terjaga di malam hari? Akhir-akhir ini saya sering kurang tidur dan merasa gelisah di atas tempat tidur karena berusaha mencari solusi atas suatu masalah. Akhirnya saya mulai mengkhawatirkan keadaan saya yang tidak cukup beristirahat dan merasa ragu akan dapat mengatasi tantangan-tantangan yang muncul keesokan harinya!

    Kamu pernah mengalami hal serupa? Masalah dalam hubungan, masa depan yang tidak menentu, apa pun itu—pada satu waktu, kita juga pasti digelisahkan oleh rasa khawatir.

    Raja Daud merasa sangat tertekan saat menulis Mazmur 4. Orang-orang sedang menjatuhkan reputasinya dengan tuduhan yang tak berdasar (ay.3). Ditambah lagi sejumlah pihak mempertanyakan kemampuannya dalam memimpin (ay.7). Daud mungkin marah karena diperlakukan tidak adil. Tentulah Daud menghabiskan malam-malamnya dengan terus memikirkan segala kesusahan itu. Namun, kita membaca kata-katanya yang luar biasa, “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur” (ay.9).

    Charles Spurgeon menjelaskan ayat 9 dengan indah, “Dengan membaringkan diri, . . . [Daud] mempercayakan dirinya kepada Allah; ia pasrah total, ia tidur tanpa terbebani masalah; ada rasa percaya yang sempurna.” Apa yang menginspirasi rasa percaya itu? Dari semula, Daud yakin bahwa Allah akan menjawab doa-doanya (ay.4). Dan Daud yakin bahwa karena Allah telah memilih untuk mengasihinya, Dia juga akan memenuhi segala kebutuhannya dengan sepenuh kasih.

    Saat kekhawatiran melanda, kiranya Allah menolong kita beristirahat dalam kuasa dan hadirat-Nya. Dalam tangan kasih-Nya yang berdaulat, kita dapat “membaringkan diri, lalu segera tidur.” —Poh Fang Chia

    Bapa, terima kasih karena Engkau mendengarku saat aku berseru. Aku serahkan segala kekhawatiranku kepada-Mu dan bersandar pada kuasa dan kehadiran-Mu.

    Kita dapat menyerahkan kekhawatiran kita kepada Allah yang sepenuhnya tepercaya

    Read more Gelisah Tak Bisa Tidur

    Wanita Babushka

    Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus. —Kisah Para Rasul 2:36

    “Wanita Babushka” menjadi salah satu misteri yang menyelimuti peristiwa pembunuhan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy pada tahun 1963. Wanita misterius yang tertangkap kamera sedang merekam peristiwa tersebut ternyata tidak mudah untuk dikenali. Ia terlihat mengenakan mantel dan syal penutup kepala (mirip dengan yang biasa dikenakan kaum nenek di Rusia). Sampai saat ini, ia tidak pernah teridentifikasi dan hasil rekamannya tidak pernah diketahui keberadaannya. Selama puluhan tahun, pakar sejarah berspekulasi bahwa rasa takut telah menghalangi “Wanita Babushka” itu untuk menceritakan pengalaman- nya tentang hari yang kelabu tersebut.

    Namun, kita tak perlu berspekulasi untuk memahami mengapa murid-murid Yesus bersembunyi. Mereka ketakutan karena pihak penguasa telah membunuh Guru mereka (Yoh. 20:19). Mereka enggan tampil dan menceritakan pengalaman mereka. Namun, Yesus kemudian bangkit dari kematian. Roh Kudus juga datang dan tak ada lagi yang bisa membungkam para pengikut Kristus yang tadinya penakut! Pada hari Pentakosta, Roh memampukan Simon Petrus untuk mengatakan, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus” (Kis. 2:36).

    Kesempatan untuk berani berbicara dalam nama Yesus tidak hanya diberikan kepada orang-orang yang berjiwa pemberani atau yang pernah mendapatkan pelatihan penginjilan. Roh Allah yang berdiam dalam diri kitalah yang memampukan kita untuk memberitakan kabar baik tentang Yesus. Oleh kuasa-Nya, kita mempunyai keberanian untuk menceritakan tentang Juruselamat kita kepada orang lain. —Bill Crowder

    Tuhan, beriku kekuatan dan keberanian untuk menceritakan tentang Engkau kepada orang lain.

    Ceritakanlah tentang kasih Kristus yang tiada bandingnya kepada siapa pun yang perlu mendengarnya

    Read more Wanita Babushka
  • Naik ke Atas Pohon

    Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku. —Yunus 2:2

    Ibu saya menemukan anak kucing peliharaan saya, Velvet, di atas meja dapur sedang melahap roti buatannya. Dengan gusar, ibu mengusirnya keluar. Berjam-jam kemudian, kami harus mencari kucing yang hilang tersebut di halaman rumah kami dengan sia-sia. Ketika akhirnya terdengar sayup-sayup suara meong yang lirih, saya memandang ke salah satu ujung pohon dan melihat sesosok berwarna hitam bergelayut di salah satu dahan.

    Dalam usahanya melarikan diri dari kegusaran ibu saya atas kelakuannya, Velvet justru memilih situasi yang lebih berbahaya. Mungkinkah kita juga terkadang melakukan hal serupa—melarikan diri dari kesalahan yang kita lakukan dan menempatkan diri kita sendiri dalam bahaya? Bahkan pada saat seperti itu Allah datang untuk menyelamatkan kita.

    Nabi Yunus melarikan diri dalam ketidaktaatan kepada Allah yang memanggilnya untuk berkhotbah kepada orang Niniwe, dan akhirnya ditelan seekor ikan besar. “Berdoalah Yunus kepada Tuhan, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, katanya: ‘Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku’” (Yun. 2:1-2). Allah mendengarkan permohonan Yunus dan, “berfirmanlah [Dia] kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat” (ay.10). Kemudian Allah memberikan kesempatan kedua kepada Yunus (3:1).

    Setelah usaha kami membujuk Velvet turun menemui kegagalan, kami pun menghubungi pemadam kebakaran setempat. Dengan menaiki tangga panjang yang dibentang hingga maksimal, seorang pria yang baik hati memanjat sampai mendekati ujung pohon, menarik kucing saya dari tempatnya, lalu membawanya turun hingga kembali aman dalam pelukan saya.

    Betapa tinggi—dan dalamnya—kasih penebusan Allah yang membuat-Nya rela bertindak untuk menyelamatkan kita dari ketidaktaatan kita! —Elisa Morgan

    Allah terkasih, betapa kami membutuhkan penyelamatan-Mu hari ini!

    Kematian Yesus di kayu salib telah menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.

    Read more Naik ke Atas Pohon

    Doa Pengampunan

    Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. —Lukas 6:27-28

    Pada tahun 1960, Ruby Bridges yang berusia enam tahun adalah murid Afrika-Amerika pertama yang masuk ke sekolah dasar negeri yang dikhususkan untuk siswa berkulit putih di wilayah selatan Amerika Serikat. Setiap hari selama berbulan-bulan, petugas pengamanan khusus mengantar Ruby melewati sekelompok orangtua yang marah, mengutuk, mengancam, dan mengejeknya. Setelah tiba dengan aman di kelas, Ruby belajar seorang diri bersama Barbara Henry, satu-satunya guru yang bersedia mengajarnya sementara orangtua mencegah anak-anak mereka belajar bersama Ruby.

    Psikolog anak, Robert Coles, bertemu Ruby selama beberapa bulan untuk membantunya mengatasi rasa takut dan stres. Coles takjub mengetahui doa yang diucapkan Ruby setiap hari saat pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. “Tuhan, ampuni mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (lihat Luk. 23:34).

    Kata-kata Yesus yang diucapkan dari atas salib jauh lebih kuat daripada kebencian dan ejekan yang ditujukan kepada-Nya. Dalam saat-saat yang paling menyiksa dalam hidup-Nya, Tuhan kita menunjukkan respons radikal yang pernah Dia ajarkan kepada para pengikut-Nya, “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu . . . . Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk. 6:27-28,36).

    Sikap yang luar biasa itu hanya mungkin terjadi ketika kita menyadari kasih teragung yang telah Yesus berikan kepada kita—kasih yang lebih kuat bahkan dari kebencian terbesar sekalipun.

    Ruby Bridges meneladankannya bagi kita. —David C. McCasland

    Bapa, Engkau telah mengampuni kami dengan murah hati. Tolonglah kami hari ini untuk mengampuni orang yang telah bersalah kepada kami.

    Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu dan berdoalah bagi orang yang mencacimu.

    Read more Doa Pengampunan
  • Meluap

    Semoga Allah sumber pengharapan memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu. —Roma 15:13

    “Oh, tidak! Tidak! TIDAK!” teriak saya. Namun, teriakan saya tidak menolong sama sekali. Ide saya untuk mengatasi masalah penyumbatan dengan menyiram air sekali lagi ternyata membawa akibat yang berlawanan sama sekali dengan maksud saya. Saya tahu saya telah membuat kesalahan segera setelah menekan tuas kakusnya. Saya hanya bisa berdiri dan pasrah melihat air kakus itu meluap keluar.

    Entah berapa kali anak-anak kita berusaha menuang susu dengan cara yang keliru hingga tumpah ke mana-mana. Atau kita pernah lupa pada botol soda berukuran besar yang berguling-guling di bagasi mobil, hingga ketika dibuka tersemburlah isinya dengan dahsyat.

    Luapan-luapan semacam itu tentu tidak diharapkan. Namun, ada satu luapan yang berbeda. Rasul Paulus menggunakan “luapan” untuk menggambarkan orang-orang yang dipenuhi oleh kekuatan Roh Allah. Dari dalam diri mereka meluaplah pengharapan secara alami dan berlimpah-limpah (Rm. 15:13). Saya menyukai gambaran tentang seseorang yang begitu dipenuhi dengan sukacita, damai sejahtera, dan iman sampai meluap karena Allah hadir dengan penuh kuasa di dalam hidup kita. Kelimpahan itu membuat kita, tidak mungkin tidak, akan memancarkan dan mengekspresikan keyakinan yang teguh kepada Allah, Bapa Surgawi kita. Itu mungkin terjadi pada masa-masa yang indah dan menyenangkan dalam hidup kita. Namun, itu mungkin juga terjadi saat hidup kita sedang mengalami guncangan. Bagaimanapun kondisinya, kiranya yang meluap keluar dari diri kita adalah pengharapan yang memberikan hidup kepada orang-orang di sekitar kita. —Adam Holz

    Tuhan, saat terjadi hal-hal yang tidak kami duga, penuhilah kami dengan Roh-Mu agar apa yang meluap dari diri kami adalah pengharapan yang memberkati orang lain di sekitar kami.

    Bapa memberi kita Roh yang menjadikan kita serupa dengan Sang Anak.

    Read more Meluap